Buang Rokokmu!!! (Sebuah cerpen)
Miris hatiku menatapmu, duhai harta batiniahku … Ingin kurampas dan kuinjak-injak gulungan kecil itu, Mencincangnya dan membuangnya jauh-jauh ... Sungguh aku tak ingin kau seperti Ayah ... Duhai hartaku ... ”Iman, shalat isya dulu!” Kuingatkan adikku -setengah adikku- di luar pintu kamarnya. ”Iya Mas, bentar lagi.” Dan ia menyahutku dari dalam. Lama menunggu, kubuka pintu kamarnya. ”Iman, yuk ke masj...” Lidahku serasa terbekukan oleh bayangan yang jatuh di retina mataku. Ah, adikku, setengah adikku, kau... ”Ya Allah, Astaghfirullah hal adzim, Iman, kau merokok?” Seharusnya seluruh anggota keluargaku tahu itu, ya mereka pasti sudah tahu bukan? Aku benci rokok! Abang Karso yang perokok berat itu saja terpaksa menahan lidahnya yang semakin pahit bila menemuiku, membicarakan bisnis kami. Kaget, ia berdiri dan mematikan benda bejat itu dengan kakinya. Ia menundukkan kepalanya. Dengan amarah yang membludak aku berucap, ”Kau! Siapa yang mengajarkanmu merokok? ...